Sumber : Jurnalis warpol.id Kuningan | Editor : Syahidin
Muhasabah Pergantian Tahun, Menakar Diri di Hadapan Allah.
Kuningan, warpol.id || Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka pada kalender. Ia adalah titik jeda—saat jiwa diajak berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang, menunduk ke dalam, dan menatap ke depan dengan penuh kesadaran.
Setahun telah berlalu, Hari-hari yang kita jalani tidak semuanya bersih. Ada doa yang tertunda, amanah yang terabaikan, lisan yang melukai, dan hati yang kerap lalai mengingat Allah. Waktu terus berjalan, namun sering kali kita lupa bahwa usia berkurang, sementara catatan amal terus bertambah.
Allah mengingatkan kita:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini menegur dengan lembut namun tegas: hari esok bukan sekadar tahun baru, tetapi hari pertanggungjawaban.
Muhasabah mengajarkan kita untuk jujur pada diri sendiri. Sudahkah shalat kita semakin khusyuk, atau justru menjadi rutinitas tanpa ruh? Sudahkah ilmu menjadikan kita lebih rendah hati, atau malah menumbuhkan kesombongan? Sudahkah harta dan jabatan mendekatkan kita kepada Allah, atau menjauhkan dari nilai keadilan dan kepedulian?
Pergantian tahun sejatinya bukan tentang perayaan, melainkan pertaubatan. Bukan tentang resolusi yang ditulis indah, tetapi komitmen amal yang nyata. Sebab sebaik-baik tahun bukan yang penuh pencapaian duniawi, melainkan tahun ketika kita lebih dekat kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Tirmidzi)
Maka di ambang tahun baru ini, mari kita perbarui niat, luruskan tujuan, dan perbaiki langkah. Jika masa lalu penuh luka dan dosa, jangan berputus asa—karena pintu ampunan Allah selalu terbuka. Namun jika masa lalu penuh kebaikan, jangan merasa aman—karena istiqamah adalah ujian yang paling berat.
Semoga tahun yang akan datang menjadi tahun hijrah:
hijrah dari lalai menuju sadar,
dari gelap menuju terang,
dari sekadar hidup menuju hidup yang bernilai ibadah.
Ya Allah, jadikan sisa usia kami lebih baik dari yang telah berlalu, dan akhir kehidupan kami sebagai penutup yang Engkau ridai. Aamiin.
(YYt. S)

Posting Komentar