Sumber: Opini Redaksi warpol.id | Editor : Syahidin
Bandung, warpol.id || KUA adalah wajah Kementerian Agama di tingkat paling bawah. Pelayanan nikah adalah momen sakral bagi umat, bukan ladang permainan.
Faktanya, keluhan itu nyata. Ada masyarakat yang diminta membayar di luar ketentuan. Ada proses yang tidak tercatat resmi. Ada etika yang dilanggar: tidak melapor kepada pimpinan, main sendiri.
Ini bukan soal besar-kecilnya uang. Ini soal integritas. Sekali masyarakat kecewa, mereka akan menganggap semua KUA sama.
"Jangan tutup mata. Pengawasan tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Jika ada temuan di daerah, usut tuntas sampai ke akar. Jangan hanya menyasar petugas kecil sementara yang duduk manis ikut menikmati dibiarkan."
Kanwil Kemenag Jabar harus hadir. Pastikan setiap Kepala KUA berani menegakkan aturan di wilayahnya. Pastikan setiap rupiah tercatat. Pastikan setiap aduan masyarakat dijawab, bukan diabaikan.
Kami percaya, 95 persen penghulu itu jujur dan bekerja dengan hati. Mereka inilah yang harus dilindungi. Caranya? Bersihkan yang 5 persen oknum itu secara terbuka dan adil.
Marwah KUA terlalu mahal untuk digadaikan oleh kenakalan segelintir orang.(Red)

Posting Komentar