Manusia itu Terbatas

Sumber : Kepala Biro Warpol.id Kuningan | Editor : Syahidin

Manusia itu Terbatas

Oleh : Dr. H. Yayat Supriatna, MM / kepala biro kab. Kuningan


Kuningan, warpol.id || Manusia sering merasa dirinya paling tahu, paling benar, bahkan paling memahami segalanya. Padahal, sejatinya kita adalah makhluk yang dibatasi oleh banyak hal. 


Pendengaran kita tidak mampu menangkap semua suara, penglihatan kita tidak mampu melihat seluruh realitas, dan pikiran kita pun tidak selalu mampu menembus kebenaran yang utuh. Apa yang kita dengar bisa keliru, apa yang kita lihat bisa menipu, dan apa yang kita pikirkan bisa saja meleset dari kenyataan.

"Dalam keterbatasan itulah, manusia tidak pantas merasa lebih. Karena sesungguhnya setiap sudut pandang hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih luas. Apa yang kita sangkakan benar, belum tentu demikian adanya. Bisa jadi itu hanya persepsi, prasangka, atau hasil dari informasi yang tidak lengkap."

Maka, jalan terbaik bagi manusia adalah membuka diri: membangun komunikasi, memperkuat koordinasi, dan menjaga silaturahmi. Dengan berkomunikasi, kita saling melengkapi informasi. Dengan berkoordinasi, kita menyatukan langkah dan pemahaman. Dan dengan silaturahmi, kita merajut hati agar tetap rendah diri dan saling menghargai.


Karena pada akhirnya, kebenaran tidak selalu lahir dari satu kepala, tetapi tumbuh dari kebersamaan, dari saling mendengar, saling melihat, dan saling memahami. Di sanalah manusia belajar bahwa keterbatasan bukan kelemahan, melainkan alasan untuk saling melengkapi.

0/Post a Comment/Comments

WARPOL
WARPOL

POLRI PRESISI

WARPOL

TOTAL VISITS :

BISON, BLITZ

WARPOL
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA

MOLLAR PROFESSIONAL

WARPOL
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA