KUA BATUNUNGGAL RUTIN GELAR BIMBINGAN PRA-NIKAH SETIAP RABU, GANDENG PUSKESMAS, Usung Tagline: "Siap Nikah, Siap Sakinah"

Sumber : Jurnalis warpol.id | Editor : Syahidin

  KUA BATUNUNGGAL RUTIN GELAR BIMBINGAN PRA-NIKAH SETIAP RABU, GANDENG PUSKESMAS, Usung Tagline: "Siap Nikah, Siap Sakinah"

Kota Bandung, warpol.id || Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batununggal, Kementerian Agama Kota Bandung, secara rutin menggelar Bimbingan Perkawinan Pra-Nikah, metode tatap muka setiap hari Rabu. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Puskesmas Batununggal dan Penyuluh KB Kecamatan.


Kepala KUA Batununggal, H. Aden Ismail,S.Ag.,  mengatakan program ini wajib diikuti seluruh calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan akad nikah di wilayah Batununggal. 

“Tujuannya satu: memastikan catin tidak hanya siap ijab kabul, tapi juga siap menjalani bahtera rumah tangga. Tagline kami: *Siap Nikah, Siap Sakinah*,” ujarnya, Rabu (30/4/2025).

Materi Komprehensif 4 Pilar  

Bimwin digelar pukul 08.00–12.00 WIB di Aula KUA Batununggal. Setiap angkatan diikuti 15–20 pasang catin. Materi yang diberikan mencakup 4 pilar utama:


1. Fikih Munakahat & Keluarga Sakinah dan   

   Membahas hak-kewajiban suami istri, manajemen konflik, dan membangun komunikasi mawaddah wa rahmah_.

2. Kesehatan Reproduksi & Cegah Stunting oleh Tim Puskesmas Batununggal  

   Catin wajib cek kesehatan, skrining TT, dan dapat edukasi 1000 HPK untuk cegah stunting sejak sebelum hamil.

3. Psikologi Pernikahan oleh Psikolog mitra KUA  

   Membekali catin cara mengelola ekspektasi, emosi, dan stres dalam rumah tangga.

4. Perencanaan Keluarga & Keuangan oleh Penyuluh KB,  Edukasi KB pasca persalinan, gizi keluarga, hingga tips atur keuangan rumah tangga.


Cegah Perceraian dari Hulu

H. Aden Ismail, S.Ag,, menambahkan, angka perceraian di Kota Bandung masih tinggi, mayoritas karena faktor ekonomi dan kurangnya komunikasi.
“Bimwin ini ikhtiar kami cegah perceraian dari hulu. Kalau fondasinya kuat, insyaAllah rumah tangganya juga kuat,” jelasnya.

Penyuluh KUA Batununggal, Dr. H. Budi Saepudin, M.Ag., dalam paparan bimbingan pra-nikah menyampaikan,  Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Kalimat itu yang ditekankan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan 


Di hadapan 10 pasang calon pengantin, Dr. Budi menyebut faktor ekonomi menjadi penyebab perceraian tertinggi kedua di Kota Bandung setelah perselisihan terus-menerus. “
Banyak rumah tangga hancur bukan karena tidak cinta, tapi karena tidak bisa mengelola uang. Gaji suami-istri habis di tanggal tua, gali lubang tutup lubang, akhirnya ribut,” ungkapnya."

3 Prinsip Keuangan Keluarga Sakinah  

Dalam sesi bertajuk  “Manajemen Keuangan Keluarga: Siap Nikah, Siap Sakinah”, Dr. Budi membagikan 3 prinsip utama yang wajib disepakati sejak sebelum akad:

1. Transparan Sejak Awal  

   “Jujur soal gaji, utang, dan cicilan. Jangan sampai istri baru tahu suami punya utang pinjol setelah 3 bulan nikah. Keterbukaan itu pondasi kepercayaan,” tegasnya. Catin diminta mulai latihan membuat budgeting bulanan bersama.

2. Bedakan Kebutuhan vs Keinginan 

   Dr. Budi mengajak catin praktik mencatat pengeluaran selama 1 bulan terakhir. “Banyak yang kaget, ternyata ngopi dan jajan online-nya lebih besar dari sedekah. Rumah tangga sakinah itu cukup, bukan mewah,”ujarnya disambut tawa peserta.

3. Siapkan Dana Darurat & Sedekah 

   Minimal 10% penghasilan disisihkan untuk dana darurat dan 2,5% untuk sedekah/infak. 

“Rezeki itu matematika langit. Semakin berbagi, semakin Allah cukupi. QS. Al-Baqarah: 261 jaminannya,”.tambahnya. (Syahidin)

0/Post a Comment/Comments

WARPOL
WARPOL

POLRI PRESISI

WARPOL

TOTAL VISITS :

BISON, BLITZ

WARPOL
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA

MOLLAR PROFESSIONAL

WARPOL
BERKUALITAS DAN TERPERCAYA