Sumber : Jurnalis warpol.id | Editor : Syahidin
Kota Bandung, warpol.id || Calon Jemaah Haji (CJH) wilayah Gedebage sangat serius dan haru mengikuti simulasi prosesi haji di Lapangan. Mereka antusias dan khusyuk mengikutinya semoga jadi bekal kuat menuju Baitullah. Senin, (16/2/26)
"Bagi peserta bimbingan manasik (bimsik) praktek atau simulasi haji sangat dianjurkan (wajib diikuti) meskipun secara hukum fikih bukan rukun haji. Kegiatan ini merupakan bekal penting untuk memahami tata cara, rukun, wajib, dan sunnah haji agar ibadah di tanah suci mandiri, tertib, serta terhindar dari kesalahan yang membatalkan haji."
Bimbingan manasik haji ini diisi oleh para pembimbing yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya. Mereka menjelaskan secara detail dan jelas tentang bagaimana melaksanakan ibadah haji dengan benar dan aman, serta memberikan kesempatan kepada para calon jemaah haji untuk bertanya dan berdiskusi,
Materi bimbingan manasik haji mencakup fiqih haji, kebijakan pemerintah, layanan kesehatan, dan hak serta kewajiban jemaah haji. Metode yang digunakan antara lain ceramah, tanya jawab, praktik, dan simulasi.
Bimbingan manasik adalah hak calon jamaah dan merupakan bagian dari persiapan ibadah sakral yang memerlukan pemahaman mendalam.
Untuk simulasi manasik umroh kemaren sudah dilaksanakan, sekarang di hari ke -4 ini, setelah pemateri selesai, kita laksanakan simulasi haji di lingkungan masjid Abu bakar Ad-Syidiq,
"Dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji ini kita tetap melibatkan pegawai KUA, merekrut mereka terutama sebagai moderator, Karena mereka yang lebih mumpuni dan pengalaman dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji."
praktek langsung / simulasi tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri, kesiapan mental, dan fisik jamaah, serta mengurangi kebingungan saat beribadah di Arab Saudi.
"Praktek manasik haji adalah simulasi peragaan ibadah haji yang terstruktur, bertujuan membekali calon jemaah dengan pemahaman rukun, wajib, dan sunah haji secara fisik dan mental."
Rangkaiannya meliputi niat ihram di miqat, wukuf, mabit di Muzdalifah/Mina, lempar jumrah, tawaf, sa'i, dan tahalul, seringkali didampingi doa. Pantauan di lapangan, warpol.id melihat calon jemaah haji kelihatan serius dan terharu seakan lagi melaksanakan haji di Makah, seperti :
- Memakai pakaian ihram, niat haji di miqat, dan memperbanyak talbiyah.
- Simulasi berdiam diri, berdzikir, dan berdoa pada tanggal 9 Dzulhijjah, (wukuf di Arofah)
- Simulasi menginap dan mengambil batu kerikil. (Mabit di Muzdalifah)
- Simulasi melempar Jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha di Mina, (melempar Jumroh)
- Mengelilingi Ka'bah (simulasi) sebanyak 7 putaran, (Tawaf ifadhah)
- Berjalan/berlari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 putaran, (Sa'i)
- Mencukur atau memotong rambut sebagai tanda selesainya rangkaian ibadah, (Tahalul)




Posting Komentar