Sumber : Jurnalis Warpol.id Garut | Editor : Syahidin
Yayasan Selaawi Raksa Mandiri Berikan Bantuan Korban Kebakaran
Selaawi Garut, warpol.id || Keluarga besar Yayasan Selaawi Raksa Mandiri (YSRM) menyambangi korban musibah kebakaran di kampung Kubang desa Samida, Kec. Selaawi Garut.
Ketua YSRM H. Saripudin mengatakan, sebab terjadinya kebakaran di rumah ibu ilah, berawal dari sebuah Hawu/Tungku tempat memasak yang masih tradisional, mungkin lupa atau bahan bakar yang cukup kering sehingga api cepat merambah ke bangunan, karena rumahnya juga masih panggung. Sabtu (14/10/23)
Kebakaran ini merupakan yang kedua kalinya, di kecamatan Sealaawi dalam bulan Oktober ini.
Kebakaran pertama masih bulan Oktober terjadi di kampung Ancol, satu rumah milik pak dari hangus terbakar,
Kami dari kepengurusan YSRM menyalurkan bantuan yang dihimpun dari pengurus, anggota, PKM Selaawi dan para donatur sebanyak Rp. 14.500.000,- ditambah bahan bangunan semen 22 sak dan GRC 30 lembar, dan telah diberikan kepada keluarga korban pada Ahad, 08/10/23 pukul 14.00 WIB.
Bantuan ke dua disalurkan kepada ibu ilah sebesar 12.000.000,- dan semen 20 sak.
Penyerahan bantuan kedua tersebut diberikan oleh pembina YSRM H. Eman disaksikan oleh Sekretaris Camat Selaawi, Komarudin, S. IP., M.Si., perwakilan Koramil Danpis Redy, kepala desa samida beserta Tokoh Masyarakat, RT/RW, Jum'at, (20/10/23) pukul 14.00 WIB.
Saya atas nama pribadi dan kepengurusan YSRM sangat prihatin dan turut berduka atas musibah ini. Mudah-mudahan saudara-saudara kita ini diberi ketabahan dan rezekinya dilancarkan oleh Allah, dan bisa meringankan yang kena musibah. kata pembina YSRM H. Eman,
Menurutnya, musibah memang tidak bisa disangka-sangka. Meski begitu, dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan upaya kewaspadaan dan pencegahan seperti memeriksa kembali keamanan instalasi listrik, Hawu/Tungku dll.
Ketua YSRM, H. Saripudin meminta Warga untuk memeriksa kembali kompor dan lampu, sebelum meninggalkan rumah. Hal itu untuk memastikan tidak ada hal-hal yang berisiko memicu kebakaran.
Masyarakat juga diminta berhati-hati karena saat ini kemarau masih terjadi. Kekeringan yang masih tinggi dinilai berisiko terjadinya kebakaran baik hutan, lahan dan permukiman. Mudahan tidak ada lagi musibah kebakaran. (Red)

Posting Komentar